
Manajer Wakaf LAZ Persada, Tri Sukasmono, S.E., M.M. (Kemeja Hijau) dan Moch. Bilal Nurwachid, S.Sos., Kepala Divisi Wakaf Produktif LAZ Persada (Jaket Hitam). Berfoto bersama penyiar Pro4 setelah live dialog. (Foto: RRI/Ayu)
Wakaf Persada, Surabaya – Wakaf uang kini tidak lagi dipahami sebatas instrumen filantropi konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi penggerak ekonomi umat yang berkelanjutan. Memasuki tahun 2026, Wakaf Persada bersama LAZ Persada mendorong revolusi wakaf uang sebagai solusi atas tantangan sosial, termasuk penguatan ketahanan pangan panti asuhan melalui skema wakaf produktif yang terintegrasi.
Manajer Wakaf LAZ Persada, Tri Sukasmono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa wakaf uang memungkinkan siapa pun berkontribusi membangun ekonomi umat tanpa harus memiliki aset besar. “Wakaf uang adalah bentuk wakaf yang inklusif. Nilai pokoknya dijaga, dikelola secara profesional, lalu manfaatnya terus mengalir untuk kepentingan umat, termasuk pemberdayaan panti asuhan agar lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya. Kamis, 22 Januari 2026.
Saat ini, Wakaf Persada bersama LAZ Persada telah membangun ekosistem kolaboratif dengan 40 yayasan mitra aktif dan 80 panti asuhan di berbagai daerah. Menurut Moch. Bilal Nurwachid, S.Sos., Kepala Divisi Wakaf Produktif LAZ Persada, jaringan tersebut tidak diposisikan sebagai penerima bantuan semata. “Panti asuhan kami dorong menjadi subjek pembangunan. Melalui wakaf produktif, mereka bisa mengelola unit usaha, pertanian, hingga UMKM berbasis ketahanan pangan,” katanya.
Lebih lanjut, Bilal menegaskan bahwa konsep ini melahirkan apa yang disebut sebagai ekonomi yatim berbasis wakaf. “Kami ingin menggeser paradigma dari santunan menuju kemandirian. Anak-anak yatim tidak hanya disantuni, tetapi dilibatkan dalam pelatihan keterampilan dan pengelolaan usaha. Wakaf tidak hanya memberi makan hari ini, tetapi menciptakan masa depan,” tuturnya.
Ke depan, Wakaf Persada dan LAZ Persada menilai tantangan terbesar wakaf uang masih pada literasi dan kepercayaan publik. Namun, melalui edukasi berkelanjutan, wakaf uang dengan nominal kecil, serta transparansi pengelolaan, wakaf diharapkan mampu menjadi pilar penting ekonomi Islam. “Revolusi Wakaf Uang 2026 adalah ajakan untuk memberi selamanya. Inilah jalan membangun peradaban dan menabung pahala tanpa batas,” ucap Tri Sukasmono.





