
Pembebasan Lahan Wakaf Karangjeruk menjadi momentum penuh syukur bagi Persada Jatim Indonesia dan masyarakat Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Rasa syukur tersebut diwujudkan melalui kegiatan tasyakuran, doa bersama, serta santunan kepada 18 anak yatim yang diselenggarakan pada Ahad, 26 Juli 2026, di lahan wakaf Dusun Karangri.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas selesainya proses pembebasan lahan wakaf, tetapi juga menjadi awal dari harapan besar agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
Pembebasan Lahan Wakaf Karangjeruk Menjadi Tonggak Pemberdayaan Umat
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh pimpinan serta jajaran Pengurus Persada Jatim Indonesia, Kepala Desa Karangjeruk, Kepala Dusun Karangri, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta 18 anak yatim sebagai penerima santunan.
Melalui kegiatan Pembebasan Lahan Wakaf Karangjeruk, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar proses pembangunan di atas lahan wakaf dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang luas, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Rangkaian Tasyakuran Pembebasan Lahan Wakaf Karangjeruk

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Persada Jatim Indonesia dan Pemerintah Desa Karangjeruk yang menyampaikan harapan agar lahan wakaf tersebut menjadi pusat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setelah doa bersama, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas keberhasilan proses pembebasan lahan wakaf. Momen kebersamaan semakin bermakna dengan penyerahan santunan kepada 18 anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang mempererat silaturahmi antara pengurus, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Santunan Anak Yatim sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Selain tasyakuran, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada 18 anak yatim. Santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Persada Jatim Indonesia sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
Doa-doa dari anak yatim diharapkan menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembebasan lahan wakaf serta pembangunan program-program sosial di masa mendatang.
Momentum ini menunjukkan bahwa wakaf tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Harapan dari Pembebasan Lahan Wakaf Karangjeruk
Persada Jatim Indonesia berharap Pembebasan Lahan Wakaf Karangjeruk menjadi fondasi lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ke depan, lahan wakaf ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pelayanan umat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, lahan wakaf ini diharapkan menjadi aset umat yang terus memberikan manfaat dari generasi ke generasi.







